Sabtu, 13 Juni 2015



Layangan Bunyi
Layangan bunyi atau pelayangan bunyi adalah terjadinya pengerasan bunyi dan pelemahan bunyi tersebut adalah efek dari interferensi gelombang bunyi. Bunyi termasuk sebagai gelombang dan sebagai salah satu sifat gelombang yaitu dapat berinterferensi, demikian juga pada bunyi juga mengalami interferensi. Peristiwa interferensi dapat terjadi bila dua buah gelombang bunyi memiliki frekuensi yang sama atau berbeda sedikit dan berada dalam satu ruang dengan arah yang berlawanan. Interferensi semacam ini sering disebut interferensi ruang. Interferensi dapat juga terjadi jika dua gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi sama atau berbeda sedikit yang merambat dalam arah yang sama, interferensi yang terjadi disebut interferensi waktu.
Pelayangan adalah peristiwa perubahan frekuensi bunyi yang berubah ubah dengan tajam karena ada dua sumber bunyi dengan perbedaan frekuensi yang kecil. Berarti pelayangan terjadi jika perbedaan frekuensi kedua sumbernya kecil.
Pelayangan (beats) merupakan fenomena yang menerapkan prinsip interferensi gelombang. Pelayangan akan terjadi jika dua sumber bunyi menghasilkan frekuensi gelombang yang mempunyai beda frekuensi yang kecil. Kedua gelombang bunyi akan saling berinterferensi dan tingkat suara pada posisi tertentu naik dan turun secara bergantian. Peristiwa menurun atau meningkatnya kenyaringan secara berkala yang terdengar ketika dua nada dengan frekuensi yang sedikit berbeda dibunyikan pada saat yang bersamaan disebut pelayangan. Gelombang akan saling memperkuat dan memperlemah satu sama lain bergerak di dalam atau di luar dari fasenya.
Description: Layangan Bunyi Atau Pelayangan BunyiFenomena pelayangan terjadi sebagai akibat superposisi dua gelombang bungi dengan beda frekuensi yang kecil
Gambar (a) menunjukkan pergeseran yang dihasilkan sebuah titik di dalam ruang di mana rambatan gelombang terjadi, dengan dua gelombang secara terpisah sebagai sebuah fungsi dari waktu. Kita anggap kedua gelombang tersebut mempunyai amplitudo sama. Pada gambar (b) menunjukkan resultan getaran di titik tersebut sebagai fungsi dari waktu.
Dalam peristiwa interferensi gelombang bunyi yang berasal dari dua sumber bunyi yang memiliki frekuensi yang berbeda sedikit, misalnya frekuensinya f1 dan f2, maka akibat dari interferensi gelombang bunyi tersebut akan kita dengar bunyi keras dan lemah yang berulang secara periodik.
Terjadinya pengerasan bunyi dan pelemahan bunyi tersebut adalah efek dari interferensi gelombang bunyi yang disebut dengan istilah
layangan bunyi atau pelayangan bunyi. Kuat dan lemahnya bunyi yang terdengar tergantung pada besar kecil amplitudo gelombang bunyi. Demikian juga kuat dan lemahnya pelayangan bunyi bergantung pada amplitudo gelombang bunyi yang berinterferensi.
Banyaknya pelemahan dan penguatan bunyi yang terjadi dalam satu detik disebut frekuensi layangan bunyi yang besarnya sama dengan selisih antara dua gelombang bunyi yang berinterferensi tersebut. Besarnya frekuensi layangan bunyi dapat dinyatakan dalam persamaan :
fn = N = | f1 – f2 |
dengan :
N = banyaknya layangan bunyi tiap detiknya
f1 dan f2 = frekuensi gelombang bunyi yang berinterferensi
fn =
frekuensi layangan bunyi


Gelombang Diam (Stasioner)0
Gelombang stasioner atau biasa disebut gelombang diam atau ada yang menyebut sebagai gelombang tegak (gelombang berdiri) bisa terjadi dengan menginterferensikan dua buah gelombang berjalan yang memiliki :
- amplitudo sama
- frekuensi sama
- arah gerak berlawanan
Gelombang stasioner yang dihasilkan memiliki amplitudo (paduan) Ap yang besarnya berubah seiring dengan perubahan jarak (x). Ingat kembali bahwa kedua buah gelombang berjalan penghasil gelombang stasioner memiliki amplitudo yang tetap dan sama sebesar A.

Gelombang diam (Stasioner) dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Gelombang Diam ujung bebas.
Contoh: tali yang diikat longgar pada sebuah tiang, pipa organa terbuka
2. Gelombang diam ujung terikat.
Contoh: tali yang diikat kuat pada sebuah tiang, pipa organa tertutup

Gelombang Diam ujung bebas

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEMq3XTEiVWP4bf5hNLwtdg33yAsz4b4xsVo5LfU39RWVUsvsN5olXD9rQUSybRNpkSlTVEuhSD4EO7kmjgQ0cbv6VggpYpMMiXMngaEHuJiCVVvwqukZa178FnSCUdIOJy0E7lwHzM_U/s400/gelombang+diam-bebas.jpg
Pola persamaan gelombang stasioner pada seutas tali yang salah satu ujungnya bebas adalah sebagai berikut:
Y = 2A cos kx sin ω t



Keterangan:
Y adalah simpangan gelombang stasioner dalam satuan meter,
A adalah amplitudo masing-masing gelombang berjalan
x adalah jarak titik dari ujung bebas
ω adalah frekuensi sudut dalam rad/s, dimana ω = 2π f
k adalah bilangan gelombang atau tetapan gelombang dimana nilai k = 2π/λ,
λ adalah panjang gelombang (wavelength) dalam satuan meter.

2A cos kx adalah amplitudo paduan / amplitudo gelombang stasioner, untuk selanjutnya namakan Ap:
Ap = 2A cos kx



Nilai maksimum dari amplitudo gelombang stasioner adalah 2A

Perhatikan dengan baik posisi kx dan ω t pada kedua persamaan di atas, sehingga tidak bermasalah dengan bentuk berikut :
Y = 2A sin ω t cos kx

Contoh:
Diberikan sebuah persamaan gelombang stasioner:

Y = 0,02 cos (50Ï€ x) sin (30Ï€t) meter

Berikut data-data yang bisa diambil dari persamaan di atas:
amplitudo paduan maksimum (amplitudo gelombang stasioner maksimum)
Ap maksimum = 0,02 meter
amplitudo gelombang berjalan
A = 1/2 Ap maksimum= 0,01 meter
tetapan gelombang
k = 50Ï€
panjang gelombang
k = 2π/λ
50π = 2π/λ
λ = 2π/50π = 0,04 meter
frekuensi sudut
ω = 30π
frekuensi
2Ï€f = 30Ï€
f = 15 Hz


JAWABAN SOAL UAS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

1.                  Seorang guru yang mempunyai sumber formasi berupa ide ataupun gagasan kemudian memberikan kode yang bertujuan untuk mencapai materi yang akan di sampaikan, selanjutnya memilih media yang cocok terhadap materi yang akan di jelaskan disitulah terdapat pengalaman, kemudian dari media yang dibuat terdapat gangguan misalnya terlalu kecil atau kurang jelas dari gambar yang di buat, karena di semua media itu pasti terdapat gangguan, gangguan tersebut tidak bisa di buang tetapi bisa diminimalisir. selanjutnya mau tidak mau siswa harus menafsirkan kode tersebut, setelah menafsirkan siswa mengerti dan siswa punya pengalaman, setelah itu ada umpan balik, guru bertanya pada siswa, akan tetapi pertanyaan dari guru tidak boleh di luar media.
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. Sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem maka media menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan berlangsung secara optimal. Dalam proses pembelajaran media berfungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa)
2.                    Apabila saya berada pada posisi tersebut tahapan pertama yang saya ambil yaitu mengajar di daerah terpencil maka saya akan menggunakan peralatan-peralatan yang dekat dengan kehidupan keseharian siswa .yang bisa di serap oleh kemampuan pola pikir yang dimiliki siswa dengan menarik masalah dari peralatan-peralatan tersebut. Dengan demikian akan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa, terlebih dalam kesehariannya siswa menggunakan alat-alat tersebut. Untuk tahapan kedua selanjutnya mengunakan media gambar yang bisa bergerak(animasi) atau alat peraga yang agak modern supaya ada pengembangan dari yang asalnya dari peralatan yang kurang modern menjadi agak modern. Kenapa saya mengambil langkah seperti ini? Karena guru profesional itu selalu mempunyai kreativitas dalam mengajar jadi sebelum misi terlaksanakan guru tersebut sudah membuat rencana untuk proses pembelajaran yang akan membut siswa semangat untuk belajar tidak pas langsung mengajar, ada persiapan terlebih dahulu. Hal ini di lakukan untuk mengacu semangat siswa untuk belajar lebih penuh lagi, karena kalau sudah ada perlakuan seperti ini membuat siswa lebih semangat, selain penggunaan media, model pembelajaran juga harus di perhatikan, karena model yang di gunakan harus sesuia dengan materi yang akan di sampaikan, karena pembelajaran model pembelajaran juga berperan penting terhadap semangat siswa untuk belajar lebih penuh lagi.
3.              Saya mengajar di smp materi bahasan yang saya ambil adalah tentang Tata surya. Media pembelajaran yang akan saya gunakan yaitu Gambar tata surya (animasi) dan Alat peraga. Dalam hal ini media yang digunakan bisa memicu siswa untuk semangat untuk belajar. Namun hal yang terpenting yaitu menghidupkan kesadaran siswa akan pentingnya pendidikan. Saya akan membuat siswa merasa bahwa pendidikan adalah modal utama agar bisa bertahan hidup di dunia yang terus berkembang ini. Dan pengambilan media ini disebabkan anak-anak di daerah terpencil cenderung sangat dekat dengan alam. Dengan inilah bisa di harapkan membuat pengetahuan mereka unggul dalam pemahaman tentang alam. Dengan keunggulan yang mereka miliki, maka mereka akan menyadari kelemahannya dan akan muncul semangat untuk membangun dari dalam dirinya. Dalam hal ini saya tidak akan menggunakan kemampuan orang kota untuk mengukur kemampuan anak-anak terpencil yang akan saya didik. Alam akan saya gunakan sebagai media pembelajaran, karena semua ilmu yang dipelajari itu berkaitan dengan alam dan pengalaman anak sebagai sumber belajar yang nyata dan dengan media yang saya pilih bisa membantu untuk menyemangatkan siswa terutama agar siswa bisa tertarik untuk belajar.


Senin, 04 Mei 2015

Setelah Detik-Detik Penciptaan Alam Semesta Setelah alam semesta berumur 100 detik dari ledakan besar (detik-detik penciptaan alam semesta) yang terjadi penurunan suhu dan mulailah terbentuk inti deuterium, terdiri dari 1 proton dan 1 neutron dan mulailah terbentuknya inti unsur ringan. Tiga menit setelah ledakan besar, Inti deuterium bergabung dengan proton dan neutron lainnya membentuk inti helium yang terdiri dari 2 proton dan 2 neutron. Terbentuk pula inti unsure ringan lainnya seperti litium dan berilium. Sisa neutron luruh menjadi proton atau inti hydrogen. Foton ini masih berkeliaran sampai sekarang dengan suhu -275 derajat Celsius. Beberapa jam setelah ledakan besar, produksi helium berhenti, begitu juga unsure-unsur lainnya sedangkan pemuaian terus berlanjut dan suhu terus menurun. Beberapa ratus tahun setelah ledakan besar, Alam semesta cukup dingin membentuk formasi atom hydrogen. Kekuasaan radiasi panas yang dihasilkan energy luar biasa itupun berakhir. Inilah awal masa interaksi antar unsure-unsur sebagai sub kosmos. Sejuta tahun setelah ledakan besar, Alam semesta terus bergolak dan melanjutkan pemuaiannya. Suhu turun hingga beberapa ribu derajat. Energi elektron dan nucleus cukup besar untuk menolak tarikan elektromangetik antara keduanya, lalu keduanya membentuk atom-atom. Atom berputar membentuk molekul-molekul. Pergolakan dan ekspansi itu juga membangun berbagai kawasan, ada kawasan yang rapat oleh kandungan unsur-unsur yang besar dan ada kawasan renggang oleh unsure-unsur yang lebih kecil.kawasan-kawasan rapat semakin padat oleh gravitasi inersia dan menjadi awan nebula. Satu miliar tahun setelah ledakan besar, alamsemesta terus memuai dan mendingin, namun pemuaian melambat dalam nebula, awan bintang yang rapat awan runtuh oleh gravitasi dari dalamnya. Sambil berotasi, ia mengerut. Makin cepat awan itu mengerut makin cepat pula rotasinya. Begitu ia padat, rotasi atau putaran mengimbangi gravitasinya. Terbentuklah galaksi putarmirip cakram. Awan yang tidak berputar menjadi galaksi lonjong (oval). Galaksi oval ini berhenti mengerut karena bagian-bagiannya beredar mengitari pusat masing-masing. Inilah masa pembentukan galaksi-galaksi yang berotasi dan berekspansi meluaskan lengkungan kurva ruang alam semesta. Tiga miliar tahun setelah ledakan besar, awan bintang dalam galaksi-galaksi yang mengandung hydrogen dan helium itu terpecah-pecah oleh proses fragmentasi. Awan-awan beritasi dan mengerut oleh gravitasinya sendiri membentuk pusat-pusat. Atom –atomnya bertabrakan, suhu meningkat sampai cukup panas untuk berfusi nuklir. Pembekaran dini ini mengubah hydrogen menjadi helium.energinya terpancar sebagai kalor dan cahaya.kalor yang dibebaskan menaikkan tekana. Awan itu berhenti mengerut dan stabil dalam waktu yang lama sebagai bintang dewasa. Inilah yang dinamakan protostar atau bintang-bintang pertama dalam galaksi. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang dan Kami telah menghias langit itu bagi orang-orang yang mamandangnya (QS. Al-Hijr:16) Lima miliar tahun yang lalu, matahari terbentuk 5 miliar tahun yang lalu massanya merupakan gas hydrogen dan hanya 2% unsure-unsur berat. Mulanya matahari berupa awan gas putar serta debu supernova. Bakal matahari berputar membentuk diri, kabut gas dan debu permukaan tertiup dan terlempar.ketika matahari berupa bintang merah kecil,unsure-unsur yang terlepas membentuk planet-planet. Gumpalan-gumpalan gas dekat matahari kehilangan unsure ringannya oleh radiasi matahari yang tinggi. Tinggalah unsure beratnya membentuk batuan padat dan besi membungkus pusat yang terdiri dari cairan gas. Inilah planet-planet kecil dekat matahari. Diluar planet-planet kecil ini gumpalan-gumpalan gas yang tertiup tidak pernah bias bersatu dan akhirnya memadat sebagai bebatuan asteroid dan mambangun sabuk edarnya sendiri.makin jauh pancaran sinar matahari radiasinya kian lemah,oleh karena itugumpalan-gumpalan kabut gas yang terlempar bjauh mampu mempertahankan unsure ringannya dan menjadi planet-planet gas raksasa. Sambil berotasi planet-planet mengitari matahari.dan bersama-sama matahari mengarungi pinggiran galaksi bima sakti. “Dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan (rotasi dan orbit) sampai kepada waktu yang ditentukan, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS.Lukman :29) Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk pada perintahNya. Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al-A’raaf: 54) Tiga milliar tahun yang lalu, mulailah kehidupan pertama di bumi dengan hadirnya mikro organisme, yaitu amoba. Mikro organisme ini menghasilkan oksigen yang mengisi atmosfer diangkasa. “ ….Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman (QS. Al-Anbiyaa’:30)